Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

Puasa Sebagai Sarana Menuju Allah

 “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu dengan Tuhannya”. (HR Bukhari)
‘Suatu hari Nabi saw. mendengar seorang wanita tengah mencaci-maki hamba sahayanya, padahal ia sedang berpuasa. Nabi saw. Segera memanggilnya. Lalu beliau menyuguhkan makanan seraya berkata, “Makanlah hidangan ini!” Keruan saja, wanita itu menjawab, “Ya Rasulullah, aku sedang berpuasa.” Nabi saw. Berkata dengan nada heran, “Bagaimana mungkin engkau berpuasa sambil mencaci-maki hamba sahayamu? Sesungguhnya Allah menjadikan puasa sebagai penghalang (hijab) bagi seseorang dari segala kekejian ucapan maupun perbuatan. Betapa sedikitnya orang yang berpuasa dan betapa banyaknya orang yang lapar”. ( HR Bukhari)

Selasa, 07 Agustus 2012

Tingkatan Puasa

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS al-baqarah [2]: 183).
Puasa, secara etimologi (pengertian kebahasaan) berasal dari kata “shâma-yashûmu-shauman/shiyâman” yang artinya adalah “menahan, mengekang atau mengendalikan”. Kata menahan atau mengekang disini berarti “al-imsâk ‘anil mufthirât” yakni menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, melakukan hubungan suami isteri di siang hari dan lain sebagainya.